MERDEKA.COM. CEO Bakrie Global Ventura, Anindya Bakrie, bercerita saat muda tak pernah terpikirkan olehnya untuk menjadi seorang pebisnis seperti saat ini. Jalan hidupnya berubah saat krisis ekonomi menimpa Indonesia pada 1997. لعبه القمار روليت

Putra dari taipan Aburizal Bakrie ini mengaku awal karirnya di kancah bisnis dimulai saat dirinya memutuskan untuk bersekolah di luar negeri.

“Waktu kecil SMP/SMA cukup bandel dan nakal. Ibu saya mengatakan kamu ke depan mau jadi apa? Kamu kan generasi ketiga. Saya paksa kelas 3 SMA di luar negeri dan berat karena bahasa Inggris saya pas-pasan,” ungkap Anindya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (22/3). ربح المال من الانترنت

Tidak ingin kalah dengan sang Ayah, Anindya mengambil program insinyur dan berhasil mendapatkan pekerjaan di pusat bisnis Amerika Serikat, Wall Street, New York.

Tak lama, krisis melanda Tanah Air pada 1997-1998. شرح لعبه البوكر Kondisi ini mewajibkan Anindya untuk kembali ke Indonesia membantu bisnis keluarga keluar dari krisis.

“Sedang enak bekerja di sana, ada krisis keuangan. Jadi kita pulang ke Indonesia karena diminta sebagai anak untuk membantu bisnis keluar dari krisis. Kemudian kembali lagi ke Stamford untuk berkuliah,” papar Anindya.

Kini krisis sudah lewat dan dirinya memutuskan untuk tetap berkarir di Indonesia.

Anindya bercerita, berdasarkan pengalaman dirinya menghadapi seluk beluk sekolah dan berkarir di luar negeri, membuatnya yakin bahwa hanya kebulatan tekad dan kemauan yang bisa mendorong seseorang sukses di luar negeri.

“Sekolah di Amerika bisa menjadi sarana. Kita lihat selama ini kalau ke Amerika masalahnya mahal dan susah. Jadi tantangan menurut saya kemauan. Relasi Indonesia dan AS lagi bagus-bagusnya jadi jangan sampai tidak digunakan kesempatan ini,” ungkap Anindya.