VIVAnewsChief Executive Officer (CEO) PT Bakrie Global Ventura, Anindya Bakrie, mengatakan membangun sebuah usaha dan menjadi pengusaha sukses tidak semudah membalik telapak tangan. Membangun usaha juga harus melewati serangkaian hambatan, bahkan kegagalan.

“Pengusaha itu seperti lari maraton atau olahraga triathlon. Bertahap, harus banyak latihan, dan makin banyak gagal makin matang,” kata Anindya dalam Grand Seminar “Great Networking Leads to Long-Lasting Business” yang digelar Mahasiswa Universitas Diponegoro, di Grahadika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 11 Oktober 2014.

 

Anin mengatakan, menjadi pengusaha tidak boleh takut gagal. Dia mengatakan lebih baik gagal di awal dan mendapat pelajaran untuk lebih baik lagi.

 

“Kalau di militer mereka bilang lebih baik berdarah-darah di latihan daripada berdarah-darah di medan tempur,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia itu.

 

Menurut Anin, anak muda tidak perlu takut memulai usaha. Karena, di era teknologi informasi dengan segala kelebihannya seperti sekarang ini, mereka juga bisa bersaing dan mengalahkan perusahaan besar.

“Dulu perusahaan besar akan mengalahkan yang kecil. Sekarang yang cepat akan mengalahkan yang lambat,” ujarnya.

 

Anin mengungkapkan dirinya siap membantu para anak muda yang ingin membangun usaha. Ke depan, dia akan banyak membantu atau bekerjasama dengan perusahaan kecil terutama di bidang digital.

 

“Saya suka bekerjasama dengan orang, karena banyak yang lebih pintar dan tahu pasar daripada kita,” ungkapnya.

 

Dalam kesempatan itu, Anin mencontohkan beberapa investasi dan kerjasamanya di dunia digital, misalnya di Path, Qraved, Malesbanget.com, dan lain sebagainya. Dia percaya usaha digital bisa membuat bangsa ini maju secara cepat.

 

“Kita sekarang seperti China 15 tahun yang lalu. Kalau China ada Jack Ma dan Alibaba, saya yakin kita juga bisa. Apalagi ada hadist Nabi yang mengatakan belajarlah sampai negeri China,” tuturnya.